Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

APA ITU VIDEO CONFERENCE???

VIDEO CONFERENCE ATAU VIDEO KONFERENSI

Konferensi video adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.
Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan pada proses penyampaian informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak hanya audio, tetapi juga visual. Konferensi video menggunakan telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang-orang di berbagai tempat mengadakan rapat bersama. Konsep konferensi video sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada tempat berbeda. Selain pengiriman audio dan visual kegiatan pertemuan, konferensi video dapat digunakan untuk berbagi dokumen, informasi yang diperlihatkan komputer, dan papan tulis.
Konferensi video analog sederhana dapat ditetapkan sebagai awal penemuan televisi. Sistem konferensi video biasanya terdiri dari dua sistem sirkuit televisi tertutup yang terhubung melalui kabel. Sejak awal penerbangan pertama ke luar angkasa, NASA menggunakan dua frekuensi radio (UHF atau VHF). Saluran televisi secara rutin menggunakan konferensi video semacam ini misalnya ketika melaporkan dari lokasi jauh. Kemudian hubungan aktif ke satelit menggunakan truk dengan peralatan khusus menjadi agak lazim.
Teknik ini sangat mahal dan tidak bisa digunakan untuk aplikasi seperti telemedicine, pendidikan jarak jauh, dan pertemuan bisnis. Usaha menggunakan jaringan telepon normal untuk mengirim video scan lambat, seperti sistem pertama yang dikembangkan oleh AT&T, sebagian besar gagal karena kualitas gambar yang kurang baik dan ketiadaan teknik kompresi video yang efisien. Pada 1970-an, semakin besar 1 MHz bandwidth dan 6 Mbit/s angka bit dari Picturephone tetapi tidak juga menyebabkan layanan menjadi makmur.
Pada 1980-an, jaringan pengiriman telepon digital menjadi mungkin, seperti Integrated Services Digital Networks atau ISDN, meyakinkan angkat bit minimum (biasanya 128 Kbps) untuk pengiriman kompresi audio dan video. Sistem terdedikasi pertama mulai muncul di pasar sebagai perluasan jaringan ISDN di seluruh dunia. Pada 1990-an, sistem telekonferensi video berkembang dengan cepat dari peralatan pribadi sangat mahal, perangkat lunak dan persyaratan jaringan untuk teknologi berbasis standar yang tersedia untuk masyarakat umum dengan biaya yang wajar.
Akhirnya, pada 1990-an, Internet Protocol atau IP berbasis konferensi video menjadi mungkin dan teknologi kompresi video lebih efisien telah dikembangkan sehingga memungkinkan desktop atau komputer pribadi berbasis konferensi video. Pada 1992, CU-SeeMe dikembangkan di Cornell oleh Tim Dorcey et al., IVS dirancang di INRIA, telekonferensi video tiba ke masyarakat dan layanan gratis, web plugin dan perangkat lunak, seperti NetMeeting, MSN Messenger, Yahoo Messenger, SightSpeed, Skype dan lain-lain membawa kemurahan, meskipun kualitas rendah.
Fasilitas
Fasilitas yang digunakan dalam layanan video conference antara lain :
1. Screen dan projector
2. Laser pointer
3. WiFi menggunakan jaringan ITB (terbatas)
4. Computer Graphics (CG)
5. Video table untuk menampilkan yang dilakukan/ditulis peserta di atas mejanya
Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem konferensi video meliputi:
• Video input: kamera video atau webcam
• Video output: monitor komputer, televisi atau proyektor
• Audio input: mikrofon
• Audio output: biasanya pengeras suara yang berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
• Data transfer: jaringan telepon analog atau digital, LAN atau Internet
Pada dasarnya ada dua jenis sistem konferensi video:
1. Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video:
1. Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.
2. Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
3. Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam konsol.
2. Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja d
Kelebihan konferensi video antara lain:
• Meningkatkan produktivitas karena kemampuan VTC untuk berbagi dokumen, ide atau gambar dengan mudah.
• Menghemat biaya.
• Menghemat waktu.
Kelemahan konferensi video antara lain:
• Harga masih terbilang mahal untuk dimiliki sehingga hanya perusahaan atau organisasi tertentu yang mempunyai cukup dana dan sangat membutuhkan yang memiliki konferensi video.
• Alat-alat untuk konferensi video sulit didapat dan proses penginstalan harus ekstra hati-hati agar tidak salah.

Sumber : www.wikipedia.org/videoconferenceadalah
• Mirabito, M.A.M. & Morgenstern, B.L, New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact, 5th Edition, UK: Focal Press, 2004.
• GAO, Video Teletraining Guide, 1997.
• Alan G. Chute & Kate M. Gulliver, Distance Education and Partnerships: Tools for the Future, March 1996.
• Wolfe, Mark. “Broadband videoconferencing as knowledge management tool,” Journal of Knowledge Management 11, no. 2 (2007)
• Ferran, Carlos and Watts, Stephanie. “Videoconferencing in the field: A heuristic processing model,” Management Science 54, no. 9 (2008)
• http://blog.unila.ac.id/tommy/files/2009/06/penggunaan-videoconference.pdf
• http://118.98.163.253/view.php?file=jardiknas_pustekom/Modul+10+Vicon.pdf
• Jim Van Meggelen 2005, Masalah konferensi video.

Sabtu, 19 Januari 2013

AUDI E-BIKE


BAB I
PENDAHULUAN
            Sebuah perusahaan pembuat mobil dari Jerman Audi sedang membuat satu konsep sepeda yang mempunyai desain futuristik dan dilengkapi beberapa hal berbau teknologi. Menurut Techhyppo.com, prototype sepeda yang dinamakan Audi e-bike ini akan dipamerkan di Wörthersee, Carinthia, Austria, minggu depan.
            Audi e-bike ini akan di uji coba oleh seorang biker handal bernama Julien Dupont dan seorang downhill specialist bernama Petra Bernhard. Dalam acara uji coba tersebut, Audi e-bike akan dicoba tidak hanya di jalan datar atau jalanan menurun saja, melainkan juga dicoba untuk dipakai dalam track menanjak.

BAB II
PEMBAHASAN

            Mungkin sudah banyak perusahaan pembuat sepeda yang mempunyai prototype seperti Audi e-bike ini, namun yang menjadikan sepeda besutan Audi ini menarik adalah penggunaan smartphone dalam pengoperasiannya. Pengguna sepeda ini dapat mengoperasikan lima cycling mode yaitu Pure, Pedelec, eGrip, Power Wheelie, dan Balanced Wheelie.

            Menurut Ubergizmo.com, Audi e-bike ini juga dilengkapi dengan 2.3 kW penggerak elektrik yang dapat menggantikan penggunanya apabila kelelahan.
Apabila dalam keadaan otomatis, menurut Merlema.com, Audi e-bike ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 50 mph.
            Untuk menggunakan tenaga listrik, pengguna sepeda ini harus mengisi ulang baterai Li-Ionnya secara penuh dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2.5 jam saja untuk pengisiannya. Dikarenakan masih sebatas prototype dan masih diciptakan secara terbatas, maka sampai sekarang juga belum ada konfirmasi resmi seputar Audi e-bike ini.

BAB III
PENUTUP
            Demikian yang dapat dipaparkan mengenai materi yang menjadi pokok pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan serta referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penulis berharap para pembaca yang budiman dapat memaklumi dan memberikan saran serta kritik yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di  kesempatan-kesempatan berikutnya.
            Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.



LG OPTIMUS VU



BAB II
PEMBAHASAN
            Persaingan perusahaan elektronik di Korea Selatan semakin sengit. LG perusahaan elektronik pesaing Samsung mengeluarkan smartphone yang diyakini dapat mengalahkan Galaxy Note di pasaran. Smartphone yaitu LG Optimus Vu. LG Optimus Vu menjadi pesaing Samsung Galaxy Note dengan handset stylus-enabled dual-core 1.5GHz dan sudah mendukung jaringan LTE.
            Kalau dilihat dari segi penampilannya, LG Optimus Vu meniru mini iPad dengan aspek 4:3, menggunakan panel IPS dengan kecerahan 650 nits. Selain itu, smartphone ini menggunakan layar 5 inci berresolusi 1024 x 768 piksel dengan IPS Display, sistem operasi Android,  prosesor dual-core 1.5Ghz Qualcomm Snapdragon MSM8660 dengan Adreno 220 GPU, penyimpanan internal sebesar 32GB, Kamera belakang 8MP auto-fokus dan LED Flash, kamera depan 1.3MP,  Wi-Fi, dan baterai 2,080 mAh.
            LG Optimus Vu menjadi perangkat praktis yang bisa membantu komunikasi anda dalam mengirim gambar melalui email,dropbox maupun jaringan sosial. Phonetablet (ponsel tablet) ini jelas memiliki banyak hal yang menarik didalamnya.
            Untuk kinerja, optimus vu menggunakan prosesor Nvidia Tegra 3 quad-core dengan speed 1,5 GHz, dipadukan dengan Ram 1GB dan gratis GeForce ULP.Disaat beberapa smartphone hadir dengan Android 4,2 Jelly Bean, Optimus vu menggunakan hanya Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Seperti pada smartphone lainnya, optimus vu juga mengusung bluetooth, WiFi, port micro USB, dan dukungan HSPA, optimus vu dibekali dengan memori 32 GB.

            Optimus vu di Korea Selatan mengusung prosesor Qualcomm Snap dragon dual-core 1,5 GHz, sedangkan untuk optimus vu di Indonesia mengusung Nvidia Tegra 3 quad-core 1,5 GHz.
Sekilas mengenai LG optimus vu :
·                     Layar

memiliki resolusi 1024 x 768 piksel,dengan kepadatan piksel 256ppi. Layar HD LCD-IPS menawarkan warna yang hidup dan sudut pandang besar. Ada kehilangan kontras pada sudut ekstrim tetapi layar tampak hebat secara keseluruhan. Keterbacaan dibawah sinar matahari tidak terlalu baik dikarenakan reflektifitas dari kaca yang menutupi layar.
·                     User Interface
Sekilas user interface LG Optimus Vu terlihat sangat banyak. Dengan mengusung sistem operasi android 2.3 Gingerbread membuatnya penuh kustom warna. Banyak ruang yang disediakan seperti info cuaca,info saham, widget berita,dll. Juga kemampuan untuk pull down area notifikasi untuk memeriksa pemberitahuan baru.
·                     Galeri
Melihat foto menjadi hal menarik yang dilakukan LG Optimus Vu. Dengan sudut pandang yang baik,Membuat Vu berhasil menyajikan bingkai foto. Dimana secara otomatis menempatkan foto dan video dimanapun tersimpan. Setelah dipilih,anda dapat melihat gambar close-up dengan pinch zoom atau tap ganda pada area yang diinginkan.
·                     Pemutar Musik
Untuk pemutar musik,terbilang standar.Penyaringan biasa berdasarkan album dan artis bisa diaktifkan. Anda juga bisa melakukan pencarian berdasarkan alphabet atau manual untuk mencari lagu lebih cepat. Juga sudah disediakan pemutar musik DLNA-enabled. UI Play Now menempatkan gambar album art ditengah dengan kontrol atas dan bawah.
·                     Pemutar Video
Pemutar video memiliki antar muka yang cukup sederhana. Ada alphabet gulir untuk membantu pengguna menemukan video lebih cepat. Anda tentu dapat memutar video dari galeri. Tersedia kontrol selama pemutaran,termasuk scrubber untuk melompat ke berbagai bagian video. LG Optimus Vu mampu menangani format video DivX,XviD,MKV dan MP4/MOV termasuk Full HD. Codec audio AC3 dan dukungan DTS untuk mengatasi masalah kompatibilitas suara yang baik.
·                     Kamera
Kamera pada Lg Optimus Vu dilengkapi dengan kekuatan 8MP yang mampu menagkap gambar beresolusi 3264X2448 piksel. Terdapat LED Flash tunggal,tetapi tidak banyak membantu dalam situasi pencahayaan rendah. User interface pun cukup nyaman,meski banyak pengaturan penting pada menunya.
·                     Perekam Video
Kamera Optimus Vu mampu menembak video sampai 1080p pada 3fps. Perekam ini memiliki pengaturan sama persis dengan yang tersedia di jendela bidik kamera. Dari menu pengaturan akan mendapatkan pengaturan resolusi,white balance dan efek warna. Video direkam dalam file MP4 dengan bitrate 10Mbps,tidak cukup untuk Full HD. Framerate stabil di 29fps. Warna cukup stabil tapi seluruh scane akan overexposed. Suara yang direkam dalam stereo dengan tingkat 48KHz dengan bitrate 155Kbps.
·                     Koneksi
Untuk konektivitasnya cukup lengkap. Dilengkapi dengan CDMA dan EVDO,HSDPA dan LTE,Koneksi lainnya seperti Wifi b/g/n dengan DLNA dan WIFI direct,Bluetooth 3.0 + HS,NFC dan mhl. Lalu ada tuner T-DMB. Smartshare adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan anda mengontrol jaringan DLNA. Dimana anda dapat memutar media dari perangkat lain.
·                     Browser
Web Browser pada Optimus Vu telah menerima beberapa tweak oleh LG. Baru URL otomatis tersembunyi diatas dan memiliki refresh serta tombol penanda. Kontrol panel bawah berupa Home,Back dan Forward,tab switcher dan tombol tab baru. Seluruh bar otomatis menyembunyikan dan hanya menyisakan panah di sudut kanan bawah yang dapat digunakan untuk membawa kembali. Bila membuka tab baru,layar diisi dengan 12 situs yang paling sering dikunjungi.

Kelemahan :
1.                  microSIM hanya untuk kartu
2.                  Masih menggunakan sostem operasi android 2.3 Gingerbread
3.                  Rasio 4:3 tidak cocok untuk menonton klip video
4.                  Pada LG Optimus Vu tidak ada slot microSD
LG Optmus Vu – Hadir di Indonesia dengan harga Rp. 5.499.000,-
  
BAB III
PENUTUP
            Demikian yang dapat dipaparkan mengenai materi yang menjadi pokok pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan serta referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penulis berharap para pembaca yang budiman dapat memaklumi dan memberikan saran serta kritik yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di  kesempatan-kesempatan berikutnya.
            Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya.
  
DAFTAR PUSTAKA