Jumat, 19 September 2014

TEMULAWAK

1.    Manfaat Tanaman Tradisional
Seorang mahasiswa fakultas kedokteran gigi negeri dalam tahap pengerjaan KTI, kini tengah melakukan suatu penelitian yang berkaitan dengan alternatif medicine. Mahasiswa tersebut meneliti tentang efek bakteriologis temulawak. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa air perasan temulawak dapat menurunkan jumlah koloni bakteri saliva.
2.    Kandungan Temulawak
Rimpang temulawak mengandung minyak atsiri,saponin, flavonoid, alkaloid dan tanin
Kandungan kimia temulawak terdiri dari
Pati (48,18 –59,64%)
Serat (2,58 – 4,83%)
Minyak atsiri (phelandren, kamfer, tumero, sineol, borneol, dan Xanthorrhizol (1,48 – 1,63%)
Kurkuminoid (kurkumin dan desmetoksikurkumin (1,6  – 2,2%) Siagian, 2006
3.    Temulawak sbg Antibakteri
zat aktif curcumin salah satu dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Clostridium botulinum, E. coli, Staphylococcus aureus,Salmonella typhimurium
(KIM et al., 2005; SUSILAWATI et al., 1985; SINGH et al., 2002).
Umumnya bakteri yg dihambat adalah bakteri gram (+) seperti Staphylococcus aureus, staphlococcus epidermis Dan Streptococcus mutans (Hidayathulla, 2011)
4.    Bakteri yang dihambat
Temulawak kurang efektif untuk menghambat bakteri gram negatif karena dinding sel bakteri gram negatif memiliki susunan kimia yg lebih komplek serta memiliki kandungan lipid yg tinggi menyebabkan lebih resisten terhadap senyawa kimia (Hidayathulla, 2011)
Temulawak tidak spesifik menghambat Eschericia colli, Pseudomonas gingivalis, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans karena tidak mampu menembus dinding bakteri/jamur. Dinding sel bakteri Gram(-) memiliki lapisan lipopolisakarida, lipoprotein, dan periplasma yang terikat menjadi lapisan peptidoglikan. (Deasywaty, 2011. Hwang, 2007)
5.    Mekanisme temulawak sbg antibakteri
Xanthorrhizol yang terdiri dari senyawa fenol dan hidrokarbon (antimikroba) ®Membentuk ikatan hidrogen antara gugus hidroksil pada senyawa fenol dengan protein membran sel ® Terjadi gangguan permeabilitas membran ® Komponen sel yang essensial keluar dari dalam sel ® Bakteri mati (Parwata & Dewi,2008)
6.    Kriteria pemilihan temulawak
Tempat tumbuh temulawak yang optimal adalah pada ketinggian 200-600 di atas permukan laut.
Rimpangnya berbentuk besar dan bulat.
Kadar minyak atsiri dan kurkumin tergantung pada umur rimpang temulawak, kadar optimum diperoleh pada umur 10-12 bulan. (Melisa, 2009)
7.    Masa panen temulawak
Kandungan xanthorrhizol paling tinggi pada masa panen 7 bulan dan terus meningkat dan maksimal pada umur 12 bulan
Kandungan minyak atsiri dalam temulawak tertinggi pada masa panen 12 bulan
Khaerena, 2008
8.    Efek toksisitas temulawak
Efek obat herbal dalam jangka pendek memang tidak ada tetapi efek jangka panjangnya masih belum diketahui. (Sylviana,2009)
9.    Aplikasi penggunaan Temulawak
Pasta gigi
Menghilangkan bau badan:
rimpang ditumbuk halus, direbus dg 1 liter air hingga mendidih. Disaring, dinginkan. Lalu diminum 2 kali 1 cangkir sehari
Mengatasi sakit kepala dan masuk angin: 2 rimpang temulawak diiris tipis lalu dikeringkan ditumbuk sampai menjadi tepung. Rebus tepung temulawak dg 4 gelas air sampai mendidih dan tersisa separuhnya. Saring. Minum 2 kali sehari pagi dan sore ½ gelas
Mengobati sariawan
1 rimpang temulawak, 3 biji buah asam, dan gula aren secukupnya. Rebus semua bahan yg sudah dibersihkan dg 2 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring dan minum rebusannya 1 kali 1 gelas perhari
10.  Manfaat lain temulawak
Analgesik
Antibakteri
Anti jamur
Anti diabetik
Anti diare
Anti inflamasi
Anti hepatotoksik
Antioksidan
anthelmintik
antitumor.
Anti-kolesterol
Anti-stroke
Obat osteoarthritis
Menghilangkan bau badan
Mengatasi sakit kepala dan masuk angin
Mengobati sariawan
Menghilangkan jerawat
Menambah asi
Meningkatkan nafsu makan
Mengatasi simbelit (Khaerana & Edi, 2008; Santoso, 2008; Sylviana, 2009)
11.  Cara pengujian antibakteri
Metode difusi
Dengan mengguunakan cakram kertas yang telah diberi air perasan temulawak yang diletakkan pada media agar yang telah diberi bakteri, kemudian di inkubasi selama 18-24 jam dengan suhu 37°C, kemudian diukur zona hambat.
Metode dilusi
Dengan memperhatikan kekeruhan larutan dalam beberapa konsentrasi mikroba (melissa, 2009)
12.  Kelebihan dan kekurangan temulawak sbg obat tradisional
Kelebihan
Tidak mempunyai efek toksik
Tidak menimbulkan resistensi terhadap bakteri
kekurangan

Tidak praktis
Temulawak hanya ada pd daerah tertentu
Standar mutu temulawak yg digunakan berbeda-beda
(Rahardjo, 2010)

Daftar Pustaka
Al Rubray KKNN et al. Antimicrobial of henna extract. Oman Medical Journal. 2008;23(4)
Devaraj S, Azadeh SE, Sabariah I, Surash R and Mun FY. Evaluation of the Antinociceptive Activity and Acute Oral Toxicity of Standardized Ethanolic Extract of the Rhizome of Curcuma xanthorrhiza Roxb. Molecules 2010, 15, 2925-2934; doi:10.3390/molecules154042925
DJIDE, N. and SARTINI. 2008. Antibacterial activity on infusion of rhizome Curcuma xanthorrhizae against Eschericia coli and Shigella dysentriae. The First Int. Symp. On Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Bogor, 27-29 Mei 2008. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Abstract P09. p. 57.
Hidayathulla, S., C.K. Keshaba and K.R. Chandrashekar. Phytochemical evaluation and antibacterial activity of pterosperum diversifolium Blume. Int j. of pharmacy and pharmaceutical science. 2011 . 3(2) : 165 – 167
Hwang JK dan Yaya R. Challenges and Opportunities in Applying Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) for Industrial Oral Cre Products. Department of Biotechnology, Yonsei University. Seoul. South Korea
KIM K.J, H.H. YU , J.D. CHA , S.J. SEO, N.Y. CHOI and Y.O. YOU. 2005. Antibacterial activity of Curcuma longa L.
Mangunwardoyo W, et al. ANTIMICROBIAL AND IDENTIFICATION OF ACTIVE COMPOUND Curcuma xanthorrhiza Roxb.. International Journal of Basic & Applied Sciences IJBAS-IJENS Vol: 12 No: 01 . 2012
Parwata IM & Dewi PFS. Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri dari Rimpang Lengkuas (Alpinia galang l) Journal Kimia. 2008;2(2):100-104
Sembiring BB, Ma’mun & Ginting EL. Pengaruh Kehalusan Bahan dan Lama Ekstraksi Terhadap Mutu Ekstrak Temulawak. Ballitra. 2006;17(2);53-8
RUKAYADI, Y and J.K. HWANG. 2006. In vitro antifungal activity of xanthorrhizol isolated from Curcuma xanthorrhiza Roxb against pathogenic candida, opportunistic filamentous fungi and Malassezia. Pros. Seminar Nasional Himpunan Kimia Indonesia. Palembang, 19-22 Juli 2006. Dept. Kimia FMIPA IPB dan Himpunan Kimia Indonesia Cab. Jawa Barat dan Banten. Bogor. hlm. 191-202.
SINGH, R., R. CHANDRA, M. BOSE and P. M. LUTHRA. 2002. Antibacterial activity of Curcuma longa rhizome extract on pathogenic bacteria. Curr. Sci. 83: 737-740.
SUSILOWATI, S. BAMBANG dan D. WAHYU. 1985. Pengaruh daya anti mikroba dari rimpang Curcuma domestica Val. Terhadap bakteri Escherichia coli. Pros. Simposium Nasional Temulawak. Bandung 17-18 September 1985. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran. Bandung. hlm. 174-180.
Sylviana Husein, et al. Study on Antibacterial Activity from “Temulawak (Curcuma  xanthorriza Roxb) Rhizomes againts Pathogenics Microbes Cell Destruction. Journal of applied and industrial biotechnology in tropical region.2009.
Khaerana, Munif Ghulamahdi dan Edi Djauhari Purwakusumah. Pengaruh Cekaman Kekeringan dan Umur Panen Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan xanthorrhizol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb.). Bul. Agron. 2008 .(36) (3) ; 241– 247
Siagian, M.H. Temulawak sebagai tanaman obat dan budidayanya secara itensf. Balitbang botani, puslitbang biologi LIPI, bogor. 2006 ; 8
Santoso HB. Ragam dan Khasiat Tanaman Obat: Sehat Alami dari Halaman Asri. Jakarta.  Argomedia Pustaka. 2008.p 133-134
Melisa. Uji Aktivitas Anti Bakteri dan Formulasi Dalam Sediaan Kapsul Dari Ekstrak Etanol Rimpang Tumbuhan Temulawak(Curcuma Xanthorrhiza, Roxb) Terhadap Beberapa Bakteri. Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Medan. 2009.
Rahardjo, Mono. Penerapan SOP Budidaya Untuk Mendukung Temuawak Sebagai Bahan Baku Obat Potensial. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. 2010; 9(2). Hal 78-93

Ermin Katrin, Susanto dan Hendig Winarno. Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Temulawak ( Curcuma  xanthorrizha Roxb.) Iradiasi yang Mempunyai Aktivitas Antikanker. A Scientific Journal for The Alications of Isotoes and Radiation Vol. 7 No. 1 Juni 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar