Jumat, 19 September 2014

MAKALAH STRUKTUR TROMBOSIT

PENDAHULUAN
Trombosit dihasilkan dalam sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakaryosit. Prekursor megakaryosit-megakaryoblas-muncul melalui proses diferensiasi dari sel induk hemopoietik. Megakaryosit mengalami pematangan dengan replikasi inti endomitotik yang sinkron, memperbesar volume sitplasma sejalan dengan penambahan lobus inti menjadi kelipatan duanya. Pada berbagai stadium dalam perkembangannya (paling banyak pada stadium inti 8), sitoplasma menjadi granular dan trombosit dilepaskan.  Produksi trombosit mengikuti pembentukan mikrovesikel dalam sitoplasma sel yang menyatu membentuk membran pembatas trombosit. Tiap megakaryosit bertanggung jawab untuk menghasilkan sekitar 4000 trombosit. Interval waktu semenjak diferensiasi sel induk manusia sampai produksi trombosit berkisar sekitar 10 hari.
Trombopoietin adalah pengatur utama produksi trombosit dan dihasilkan oleh hati dan ginjal. Trombosit mempunyai reseptor untuk trombopoietin (C-MPL) dan mengeluarkannya dari sirkulasi, karena itu kadar trombopoietin tinggi pada trombocytopenia akibat aplasia sumsum tulang dan sebaliknya. Trombopoietin meningkatkan jumlah dan kecepatan maturasi megakaryosit. Penelitian trombopoietin sedang dijalankan. Jumlah trombosit mulai meningkat 6 hari setelah dimulainya terapi dan tetap tinggi selama 7-10 hari. Interleukin-11 (IL-11) juga dapat meningkatkan trombosit dalam sirkulasi dan sedang memasuki uji klinis.
Jumlah  trombosit normal adalah sekitar 250X109 /l (rentang 150-400 X 109 /l) dan lama hidup trombosit yang normal adalah 7-10 hari. Hingga sepertiga dari trombosit keluaran sumsum tulang dapat terperangkap dalam limpha yang normal, tetapi jumlah ini meningkat menjadi 90% pada kasus sphlenomegali berat.
Beberapa protein permukaan trombosit telah terbukti merupakan antigen penting dalam autoimunitas yang spesifik terhadap trombosit yang disebut sebagai anigen trombosit manusia (human platelet antigen, HPA).pada sebagian besar kasus, terdapat dua alel berbeda, yang disebut alel A atau B,misalnya HPA-1A. Trombosit juga mengekspresikan antigen ABO dan antigen leukosit manusia (human leucociite antigen, HLA) klas I, tetapi tidak mengekspresikan HLA klas II.
Fungsi utama trombosit adalah pembentukan sumbat mekanik selama respon hemostatis normal terhadap cidera vaskuler. Tanpa trombosit, dapat terjadi kebocoran darah spontan melalui  pembuluh darah kecil. Reaksi trombosit berupa adesi, sekresi, agregasi, dan fusi serta aktivitas prokoagulannya sangat penting untuk fungsinya.


ISI
Struktur  Trombosit
Bungkus permukaan mukopolisakarida mempunyai kepentingan khusus dalam reaksi adhesi dan agregasi trombosit yang membentuk kejadian awal yang mengarah pembentukan sumbatan trombosit (platelet plug) selama haemostasis. Membrane plasma tiga lapis (trilaminar) dan system membrane terbukanya (kanalikulus) berinvaginasi ke dalam bagian dalam trombosit untuk membentuk permukaan reaktif besar pada mana protein pembekuan plasma dapat diserap secara selektif. Membrane ini merupakan dasar struktur factor 3 trombosit. System trombastin (aktomiosin) kontraktil ini mencakup filament dan mikrofilamen pada daerah sub membran. Rangka mikrotubulus yang melingkar (circumferential) berfungsi untuk pemeliharaan bentuk discoid normal yang beredar. Pada bagian dalam trombosit kalsium, nukletida (khusus ADP), dan serotonin dikandung granula padat-elektron. Granula spesifik (alfa) mengandung antagonis heparin (factor 4 trombosit), factor pertumbuhan trombosit, tromboglobulin, fibrinogen dan factor pembkuan lain. Granula spesifik lain adalah lisosom yang berisi enzim hidrolitik. Selama reaksi pelepasan, isi granula dilepas ( discharged) ke dalam system membrane terbuka. Energi untuk reaksi trombosit berasal dari fosforilasi oksidatif dalam mitokondria dan juga dari glikolisis anaerobic dengan memakai glikogen trombosit. System membrane tertutup ( dense tubular) trombosit menunjukan reticulum endoplasma sisa.
Antigen trombosit
Antigen trombosit beberapa protein permukaan trombosit telah terbukti merupakan antigen penting dalam autoimunitas yang spesifik terhadap trombosit dan disebut sebagai antigen trombosit manusia (human platelet antigen, HPA). Pada sebagian besar kasus, terdapat dua alel berbeda, yang disebut alel a atau b, misalnya HPA-1a. Trombosit juga mengekspresikan antigen ABO dan antigen leukosit manusia (human leucocyte antigen, HLA) klas I, tetapi tidak mengekspresikan HLA klas II.
Fungsi trombosit
            Fungsi utama trombosit adalah pembentukan sumbat mekanik selama respons hemostasis normal terhadap cedera vascular. Tanpa trombosit, dapat terjadi kebocoran darah spontan melalui pembuluh darah kecil. Reaksi trombosit berupa adhesi, sekresi, agregasi, dan fusi serta aktivitas prokoagulannya sangat penting untuk fungsinya.

Adhesi dan agregasi trombosit sebagai respons terhadap cedera vaskular
Setalah cedera pembuluh darah, trombosit melekat pada jaringan ikat subendotel yang terbuka. Mikrofibril subendotel mengikat multimer VWF yang lebih besar, yang berikatan dengan kompleks Ib membran trombosit. Dibawah pengaruh tekanan shear stress, trombosit bergerak disepanjang permukaan pembuluh darah sampai GPIa/ Iia (integrin ɑ2 ß1). Mengikat kolagen dan menghentikan transportasi. Setelah adhesi trombosit menjadi lebih sferis dan menonjolkan pseudopodi-pseudopodia panjang yang memperkuat interaksi antar trombosit yang berdekatan. Aktivasi trombosit kemudian dicapai melalui glikoprotein Iib atau IIIa (integrin ɑIib ß3) yang mengikat fibrinogen untuk menghasilkan agregasi trombosit. Kompleks resebtor Iib atau IIIa juga membentuk tempat perlekatan sekunder dengan vWF yang menyebabkan adhesi lebih lanjut.
Faktor von willebrand (VWF) terlibat dalam adhesi trombosit pada dinding pembuluh darah dan pada trombosit lain (agregasi). VWF juga membawa faktor VIII dan dulu dikenal sebagai antigen yang terkait dengan faktor VIII (VIII-Rag). Faktor ini adalah molekul multimerik besar yang kompleks (BM) 0,8-20 x 106) yang tersusun atas beberapa rantai subunit yang bervariasi dari dimer (BM 5 x 105) sampai multimer (BM 20 x 106) yang terikat oleh ikatan disulfida. VWF dikode oleh suatu gen pada kromosom XII dan di sintesis oleh sel endotel dan megakariosit. VWF disimpan dalam badan Weibel-palade pada sel endotel dan dalam granula ɑ yang spesifik untuk trombosit. Pelepasan VWF dari sel endotel terjadi di bawah pengaruh beberapa hormon. Stress dan olahraga atau pemberian infus adrenalin atau desmopresin (1-deamino-8-D-arginin vasopresin, DDAVP) menyebabkan peningkatan yang cukup besar dalam kadar VWF dalam darah.
Reaksi pelepasan trombosit                                                     
Pemajanan kolagen atau kerja trombin menyebabkan sekresi isi granula trombosit, yang meliputi ADP, serotonin, fibrinogen, enzim lisosom, betha trombo globulin dan faktor penetral heparin (faktor trombosit, faktor trombosit IV). Kolagen dan trombin mengaktifkan sintesis prostalglandin trombosit. Terjadi pelepasan diasi gliserol (yang mengaktifkan fosforilasi protein melalui protein kinase c) dan inositol trifosfat (yang menyebabkan pelepasan ion kalsium intrasel) dari membran, yang menyebabkan pembentukan suatu senyawa yang labil yaitu tromboksan A2, yang menurunkan kadar adenosin monofosfat siklik (cAMP) dalam trombosit serta mencetuskan reaksi pelepasan. Tromboksan A2 tidak hanya memperkuat agregasi trombosit, tetapi juga mempunyai aktifitas vasokonstriksi yang kuat. Reaksi pelepasan dihambat oleh zat-zat yang meningkatkan kadar cAMP trombosit. Salah satu zat yang berfungsi demikian adalah prostasiklin (PGI2) yang disintesis oleh sel endotel vaskular. Prostasiklin merupakan inhibitor agregasi trombosit yang kuat dan mencegah deposisi trombosit pada endotel vascular normal
Agregasi trombosit
ADP dan trombosaksan A2 yang dilepaskan menyebabkan makin banyak trombosit yang beragregasi pada tempat cedera vascular. ADP menyebabkan trombosit membengkak dan mendorong membrane trombosit pada trombosit yang berdekatan untuk melekat satu sama lain. Bersamaan dengan itu, terjadi reaksi pelepasan lebih lanjut yang melepaskan lebih banyak AdP dan trombosaksan A2 yang menyababkan agregasi trombosit sekunder. Proses umpan balik positif ini menyababkan terbentuknya massa trombosit yang cukup besar untuk menyumbat daerah kerusakan endotel.
Aktivitas prokoagulan trombosit
Setelah agregasi trombosit dan pelepasan tersebut, fosfolipid membran yang terpajan (factor trombosit, platelet factor 3) tersedia untuk dua jenis reaksi dalam kaskade koagulasi. Kedua reaksi yang diperantai fosfolipid ini bergantung pada ion kalsium. Reaksi pertama (tenase) melibatkan factor IXa, VIIIa, dan X dalam pembentukan factor Xa. Reaksi kedua (protrombinase) menghasilkan pembentukan thrombin dari interaksi factor Xa, Va, dan protrombin (II). Permukaan fosfolipid membentuk cetakan yang ideal untuk konsentrasi dan orientasi protein-protein  tersebut yang penting.
Agregasi trombosit ireversibel
Konsentrasi ADP yang tinggi, enzim yang dilepaskan selama reaksi plepasan, dan protein kontraktil trombosit menyababkan fusi yang irreversible pada trombosit-trombosit yang beragregasi pada lokasi cedera vaskuler. Thrombin juga mendorong terjadinya fusi trombosit dan pembantukan fibrin memperkuat stabilitas sumbat trombosit yang terbentuk.
Factor pertumbuhan
PDGF yang ditemukan dalam granula spesifik merangsang sel-sel otot polos vascular untuk memperbanyak diri, dan ini dapat mempercepat penyembuhan vascular setelah cedera.
  
Penutup
Trombosit dihasilkan dalam sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakaryosit. . Prekursor megakaryosit-megakaryoblas-muncul melalui proses diferensiasi dari sel induk hemopoietik. Produksi trombosit mengikuti pembentukan mikrovesikel dalam sitoplasma sel yang menyatu membentuk membran pembatas trombosit. Trombopoietin adalah pengatur utama produksi trombosit dan dihasilkan oleh hati dan ginjal. Trombopoietin meningkatkan jumlah dan kecepatan maturasi megakaryosit. Jumlah  trombosit normal adalah sekitar 250X109 /l (rentang 150-400 X 109 /l) dan lama hidup trombosit yang normal adalah 7-10 hari.Fungsi utama trombosit adalah pembentukan sumbat mekanik selama responhemostatis normal terhadap cidera vaskuler Reaksi trombosit berupa adesi, sekresi, agregasi, dan fusi serta aktivitas prokoagulannya sangat penting untuk fungsinya.
Struktur trombosit terdiri dari beberapa bagian yaitu:
1.                          Bungkus permukaan mukopolisakarida dimana  mempunyai kepentingan khusus dalam reaksi adhesi dan agregasi trombosit yang membentuk kejadian awal yang mengarah pembentukan sumbatan trombosit (platelet plug) selama haemostasis.
2.                          Membrane plasma.
3.                          Pada bagian dalam trombosit terdiri kalsium, nukletida (khusus ADP), dan serotonin dikandung granula padat-elektron. Granula spesifik (alfa) mengandung antagonis heparin (factor 4 trombosit), factor pertumbuhan trombosit, tromboglobulin, fibrinogen dan factor pembkuan lain. Granula spesifik lain adalah lisosom yang berisi enzim hidrolitik


DAFTAR PUSTAKA


Hoffbrand, A.V., J.E Pettit, dkk. 2005. Kapita Selekta Hematologi. Jakarta: EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar